Kamis, 05 Maret 2015

Sejarah Kabupaten Pemalang

Sejarah Kabupaten Pemalang

Keberadaan Pemalang dapat dibuktikan berdasarkan berbagai temuan arkeologis pada masa prasejarah. Temuan itu berupa punden berundak dan pemandian di sebelah Barat Daya Kecamatan Moga. Patung Ganesa yang unik, lingga, kuburan dan batu nisan di desa Keropak. Selain itu bukti arkeologis yang menunjukkan adanya unsur-unsur kebudayaan Islam juga dapat dihubungkan seperti adanya kuburan Syech Maulana Maghribi di Kawedanan Comal. Kemudian adanya kuburan Rohidin, Sayyid Ngali paman dari Sunan Ampel yang juga memiliki misi untuk mengislamkan penduduk setempat.

Eksistensi Pemalang pada abad XVI dapat dihubungkan dengan catatan Rijklof Van Goens dan data di dalam buku W FRUIN MEES yang menyatakan bahwa pada tahun 1575 Pemalang merupakan salah satu dari 14 daerah merdeka di Pulau Jawa, yang dipimpin oleh seorang pangeran atau raja. Dalam perkembangan kemudian, Senopati dan Panembahan Sedo Krapyak dari Mataram menaklukan daerah-daerah tersebut, termasuk di dalamnya Pemalang. Sejak saat itu Pemalang menjadi daerah vasal Mataram yang diperintah oleh Pangeran atau Raja Vasal.Pemalang dan Kendal pada masa sebelum abad XVII merupakan daerah yang lebih penting dibandingkan dengan Tegal, Pekalongan dan Semarang. Karena itu jalan raya yang menghubungkan daerah pantai utara dengan daerah pedalaman Jawa Tengah (Mataram) yang melintasi Pemalang dan Wiradesa dianggap sebagai jalan paling tua yang menghubungkan dua kawasan tersebut.Populasi penduduk sebagai pemukiman di pedesaan yang telah teratur muncul pada periode abad awal Masehi hingga abad XIV dan XV, dan kemudian berkembang pesat pada abad XVI, yaitu pada masa meningkatnya perkembangan Islam di Jawa di bawah Kerajaan Demak, Cirebon dan kemudian Mataram.Pada masa itu Pemalang telah berhasil membentuk pemerintahan tradisional pada sekitar tahun 1575. Tokoh yang asal mulanya dari Pajang bernama Pangeran Benawa. Pangeran uu asal mulanya adalah Raja Jipang yang menggantikan ayahnya yang telah mangkat yaitu Sultan Adiwijaya.Kedudukan raja ini didahului dengan suatu perseturuan sengit antara dirinya dan Aria Pangiri.Sayang sekali Pangeran Benawa hanya dapat memerintah selama satu tahun. Pangeran Benawa meninggal dunia dan berdasarkan kepercayaan penduduk setempat menyatakan bahwa Pangeran Benawa meninggal di Pemalang, dan dimakamkan di Desa Penggarit (sekarang Taman Makam Pahlawan Penggarit).Pemalang menjadi kesatuan wilayah administratif yang mantap sejak R. Mangoneng, Pangonen atau Mangunoneng menjadi penguasa wilayah Pemalang yang berpusat di sekitar Dukuh Oneng, Desa Bojongbata pada sekitar tahun 1622. Pada masa ini Pemalang merupakan apanage dari Pangeran Purbaya dari Mataram. Menurut beberapa sumber R Mangoneng merupakan tokoh pimpinan daerah yang ikut mendukung kebijakan Sultan Agung. Seorang tokoh yang sangat anti VOC. Dengan demikian Mangoneng dapat dipandang sebagai seorang pemimpin, prajurit, pejuang dan pahlawan bangsa dalam melawan penjajahan Belanda pada abad XVII yaitu perjuangan melawan Belanda di bawah panji-panji Sultan Agung dari Mataram.Pada sekitar tahun 1652, Sunan Amangkurat II mengangkat Ingabehi Subajaya menjadi Bupati Pemalang setelah Amangkurat II memantapkan tahta pemerintahan di Mataram setelah pemberontakan Trunajaya dapat dipadamkan dengan bantuan VOC pada tahun 1678.Menurut catatan Belanda pada tahun 1820 Pemalang kemudian diperintah oleh Bupati yang bernama Mas Tumenggung Suralaya. Pada masa ini Pemalang telah berhubungan erat dengan tokoh Kanjeng Swargi atau Kanjeng Pontang. Seorang Bupati yang terlibat dalam perang Diponegoro. Kanjeng Swargi ini juga dikenal sebagai Gusti Sepuh, dan ketika perang berlangsung dia berhasil melarikan diri dari kejaran Belanda ke daerah Sigeseng atau Kendaldoyong. Makam dari Gusti Sepuh ini dapat diidentifikasikan sebagai makam kanjeng Swargi atau Reksodiningrat. Dalam masa-masa pemerintahan antara tahun 1823-1825 yaitu pada masa Bupati Reksadiningrat. Catatan Belanda menyebutkan bahwa yang gigih membantu pihak Belanda dalam perang Diponegoro di wilayah Pantai Utara Jawa hanyalah Bupati-bupati Tegal, Kendal dan Batang tanpa menyebut Bupati Pemalang.Sementara itu pada bagian lain dari Buku P.J.F. Louw yang berjudul De Java Oorlog Uan 1825 -1830 dilaporkan bahwa Residen Uan Den Poet mengorganisasi beberapa barisan yang baik dari Tegal, Pemalang dan Brebes untuk mempertahankan diri dari pasukan Diponegoro pada bulan September 1825 sampai akhir Januari 1826. Keterlibatan Pemalang dalam membantu Belanda ini dapat dikaitkan dengan adanya keterangan Belanda yang menyatakan Adipati Reksodiningrat hanya dicatat secara resmi sebagai Bupati Pemalang sampai tahun 1825. Dan besar kemungkinan peristiwa pengerahan orang Pemalang itu terjadi setelah Adipati Reksodiningrat bergabung dengan pasukan Diponegoro yang berakibat Belanda menghentikan Bupati Reksodiningrat.Pada tahun 1832 Bupati Pemalang yang Mbahurekso adalah Raden Tumenggung Sumo Negoro. Pada waktu itu kemakmuran melimpah ruah akibat berhasilnya pertanian di daerah Pemalang. Seperti diketahui Pemalang merupakan penghasil padi, kopi, tembakau dan kacang. Dalam laporan yang terbit pada awal abad XX disebutkan bahwa Pemalang merupakan afdeling dan Kabupaten dari karisidenan Pekalongan. Afdeling Pemalang dibagi dua yaitu Pemalang dan Randudongkal. Dan Kabupaten Pemalang terbagi dalam 5 distrik. Jadi dengan demikian Pemalang merupakan nama kabupaten, distrik dan Onder Distrik dari Karisidenan Pekalongan, Propinsi Jawa Tengah.Pusat Kabupaten Pemalang yang pertama terdapat di Desa Oneng. Walaupun tidak ada sisa peninggalan dari Kabupaten ini namun masih ditemukan petunjuk lain. Petunjuk itu berupa sebuah dukuh yang bernama Oneng yang masih bisa ditemukan sekarang ini di Desa Bojongbata. Sedangkan Pusat Kabupaten Pemalang yang kedua dipastikan berada di Ketandan. Sisa-sisa bangunannya masih bisa dilihat sampai sekarang yaitu disekitar Klinik Ketandan (Dinas Kesehatan).Pusat Kabupaten yang ketiga adalah kabupaten yang sekarang ini (Kabupaten Pemalang dekat Alun-alun Kota Pemalang). Kabupaten yang sekarang ini juga merupakan sisa dari bangunan yang didirikan oleh Kolonial Belanda. Yang selanjutnya mengalami beberapa kali rehab dan renovasi bangunan hingga kebentuk bangunan Jogio sebagai ciri khas bangunan di Jawa Tengah.Dengan demikian Kabupaten Pemalang telah mantap sebagai suatu kesatuan administratif pasca pemerintahan Kolonial Belanda. Secara biokratif Pemerintahan Kabupaten Pemalang juga terus dibenahi. Dari bentuk birokratif kolonial yang berbau feodalistik menuju birokrasi yang lebih sesuai dengan perkembangan dimasa sekarang.Sebagai suatu penghomatan atas sejarah terbentuknya Kabupten Pemalang maka pemerintah daerah telah bersepakat untuk memberi atribut berupa Hari Jadi Pemalang. Hal ini selalu untuk rnemperingati sejarah lahirnya Kabupaten Pemalang juga untuk memberikan nilai-nilai yang bernuansa patriotisme dan nilai-nilai heroisme sebagai cermin dari rakyat Kabupaten Pemalang.Penetapan hari jadi ini dapat dihubungkan pula dengan tanggal pernyataan Pangeran Diponegoro mengadakan perang terhadap Pemerintahan Kolonial Belanda, yaitu tanggal 20 Juli 1823.Namun berdasarkan diskusi para pakar yang dibentuk oleh Tim Kabupaten Pemalang Hari Jadi Pemalang adalah tanggal 24 Januari 1575. Bertepatan dengan Hari Kamis Kliwon tanggal 1 Syawal 1496 Je 982 Hijriah. Dan ditetapkan dalam Peraturan Daerah Kabupaten Dati II Kabupaten Pemalang Nomor 9 Tahun 1996 tentang Hari Jadi Kabupaten Pemalang.Tahun 1575 diwujudkan dengan bentuk Surya Sengkolo “Lunguding Sabdo Wangsiting Gusti” yang mempunyai arti harfiah : kearifan, ucapan/sabdo, ajaran, pesan-pesan, Tuhan, dengan mempunyai nilai 5751.Sedangkan tahun 1496 je diwujudkan dengan Candra Sengkala “Tawakal Ambuko Wahananing Manunggal” yang mempunyai arti harfiah berserah diri, membuka, sarana/wadah/alat untuk, persatuan/menjadi satu dengan mempunyai nilai 6941.Adapun Sesanti Kabupaten Pemalang adalah “Pancasila Kaloka Panduning Nagari” dengan arti harfiah lima dasar, termashur/terkenal, pedoman/bimbingan, negara/daerah dengan mempunyai nilai 5751(*)

Minggu, 01 Maret 2015

Cara Membuat Hiasan Dinding Dari Kertas

Cara membuat hiasan dinding dari kertas

Hiasan dinding dari kertasmerupakan karya unik yang bisa diciptakan untuk mempercantik ruangan rumah. Berbagai motif dan desain pun bisa menjadi tema dalam hiasan ini mulai dari pohon, awan, kupu-kupu dan lain sebagainya. Kreatifitas dan selera (taste) menjadi hal pokok dalam menentukan tema dari hiasan kertas tersebut. Tidak hanya yang bernuansa alam, terdapat juga kertas yang dibentuk menampilkan bentuk simetris yang sesuai dengan karakter rumah tersebut. Biasanya rumah yang dibentuk pun menggunakan konsep minimalis juga.Kali ini blog sederhana ini akan menjelaskan bagaimana cara membuat hiasan dinding berbahan kertas yang ternyata tidak terlalu sulit jika dipraktekkan dengan seksama, teliti dan yang terpenting adalah perlu kesabaran. Menjadikan tembok sebagai kanvas besar untuk menuangkan ide kreatif adalah hal yang sangat menyenangkan dan terlebih lagi dinding tersebut mampu mewakili selera atau tema dari sang pemilik rumah.Ada beberapa contoh yang sangat menarik untuk membuktikan bahwa ternyata kertas pun bisa menjadi aksesoris sempurna untuk mendapatkan hiasan dinding yang indah.
hiasan dinding dari kertashiasan dinding dari kertashiasan dinding dari kertas
Blog ini akan mencoba membagi kreatifitas Megan, seorang ibu rumah tangga kreatif, yang membuat dinding rumahnya lebih hidup dan menarik dengan hiasan dinding hasil dari garapannya dia sendiri. Untuk contoh jadinya bisa di lihat gambar di bawah ini.
hiasan dinding dari kertas
Cara membuatnya adalah : Pertama mempersiapkan bahan utamanya yaitu kertas karton berwarna (sesuai selera), Gunting, Cetakan atau master pembuat motif bunga dengan berbagai ukuran, Manik-manik, lem panas dan lem kertas. Setelah semuanya dipersiapkan maka hal selanjutnya yang harus dilakukan adalah membuat motif bunga dengan molding yang sudah dipersiapkan. Untuk membuat bunga dengan efek 3 dimensi maka harus membuat 2 motif bunga dengan ukuran sama persis. Untuk gambar di bawah ini adalah mencoba membuat 2 buah bunga 3 Dimensi dengan ukuran berbeda. Maka harus membuat bentuk 4 motif bunga seperti pada gambar.
hiasan dinding dari kertas
Selanjutnya Lipatlah 1 motif bunga sesuai dengan gambar. Perhatikan cara melipat yang benar, jangan sampai melipatnya salah.
hiasan dinding dari kertas
Setelah terlipat rekatkan pada tengah-tengah motif bunga yang belum dilipat menggunakan lem kertas.hiasan dinding dari kertas
Setelah menggabungkan kedua motif bunga tersebut, percantik menggunakan manik-manik dengan lem panas. Dan bunga 3 Dimensi sudah siap dipasang pada tembok sebagai hiasan dinding dari kertas yang menarik.hiasan dinding dari kertas
Untuk contoh pemasangannya, Megan memberikan contoh sebagai berikut
hiasan dinding dari kertas
Demikianlah cara untuk membuat hiasan dinding dari kertas yang unik dan mudah. Semoga tutorial kreatif dari Megan tersebut memberikan manfaat dan dapat segera mempercantik dinding ruangan yang kosong.

Cara membuat hiasan dinding bunga 3D

Cara Berpakaian Yang Baik Menurut Islam



1. Pakaian itu harus menutup semua aurat wanita yaitu seluruh tubuh kecuali muka dan tapak tangan. Batasan aurat wanita ini mengacu kepada pendapat jumhur ulama yang menetapkan bahwa muka dan tapak tangan bukan termasuk aurat bagi wanita.Adapun apakah harus berbentuk baju terusan atau terpisah antara atasan, bawahan dan kerudung, diserahkan kepada mode dan corak budaya masing-masing peradaban. Yang jelas intinya adalah menutup aurat. Allah SWT berfirman:"Hai Nabi, katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu dan istri-istri orang-oarang beriman, hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya keseluruh tubuh mereka" (QS Al Ahzaab 27).2. Pakaian itu harus lebar agar tidak mencetak bentuk tubuh wanita. Karena meski menutup seluruh tubuh, tapi kalau mencetak bentuk tubuh, sama saja dengan telanjang. Rasulullah SAW telah melaknat wanita yang memakai pakaian dengan mode seperti ini. Dimana dia berpakaian tapi tidak ada bedanya dengan telanjang.Dari Abu Hurairah ra bahwa Rasulullah SAW bersabda,Diantara yang termasuk ahli neraka adalah wanita yang berpakaian tetapi telanjang (karena tembus pandang atau ketat mencetak tubuh), yang berjalan berlenggak-lenggok (goyang, tari dan lainnya) sehingga menarik (syahwat). Mereka ini tidak akan masuk surga dan juga tidak akan mencium baunya. (HR. Muslim)3. Pakaian itu tidak tipis tembus pandang sehingga sama saja dengan tidak berpakaian.4. Pakaian itu tidak boleh menyerupai mode pakaian laki-laki, karena Rasulullah SAW telah melarang tasyabbuh (penyerupaaan) dari wanita kepada laki-laki dan begitu pula sebaliknya.5. Pakaian itu digambari dengan gambar-gambar yang dilarang Allah, seperti manusia atau makhluq hidup lainnya.“Katakanlah kepada wanita yang beriman, ‘Hendaklah mereka menahan pandangannya, memelihara kemaluannya, dan janganlah menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) tampak darinya. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kerudung ke dadanya, …”(Q.s. An-Nuur: 31).Ibnu Mas’ud berkata, “Perhiasan yang lahir (biasa tampak)ialah pakaian.” Ditambahkan oleh Ibnu Jubair, “Wajah” Ditambah pula oleh Sa’id Ibnu Jubair dan Al-Auzai, “Wajah, kedua tangan dan pakaian.”HADIST TENTANG MEMAKAI PAKAIAN DAN JILBAB BAGI WANITA,,“Wahai Asma’! Sesungguhnya, jika seorang wanita sudah sampai masa haid, maka tidak layak lagi bagi dirinya menampakkannya, kecuali ini …” (beliau mengisyaratkan pada muka dan tangannya)Allah swt. telah memerintahkan bagi kaum wanita Mukmin, dalam ayat di atas, untuk menutup tempat-tempat yang biasanya terbuka di bagian dada. Arti Al-Khimar itu ialah “kain untuk menutup kepala,” sebagaimana surban bagi laki-laki, sebagaimana keterangan para ulama dan ahli tafsir. Hal ini (hadis yang menganjurkan menutup kepala) tidak terdapat pada hadis manapun.Al-Qurthubi berkata, “Sebab turunnya ayat tersebut ialah bahwa pada masa itu kaum wanita jika menutup kepala dengan akhmirah (kerudung), maka kerudung itu ditarik ke belakang, sehingga dada, leher dan telinganya tidak tertutup. Maka, Allah swt. memerintahkan untuk menutup bagian mukanya, yaitu dada dan lainnya.”Dalam riwayat Al-Bukhari, bahwa Aisyah r.a. telah berkata, Mudah-mudahan wanita yang berhijrah itu dirahmati Allah. ”Ketika turun ayat tersebut, mereka segera merobek pakaiannya untuk menutupi apa yang terbuka. Ketika Aisyah r.a. didatangi oleh Hafsah, kemenakannya, anak dari saudaranya yang bernama Abdurrahman r.a. dengan memakai kerudung (khamirah) yang tipis di bagian lehernya, Aisyah r.a. lalu berkata, “Ini amat tipis, tidak dapat menutupinya.”

Rabu, 25 Februari 2015

TATA CARA MEMAKAI JILBAB YANG BAIK DAN BENAR

Tata Cara Memakai Jilbab Yang Baik Dan Benar 
1.Menutup Seluruh Aurat Anda Kecuali Wajah Dan Telapak Tangan Langkah yang pertama adalah menutup seluruh aurat anda kecuali wajah dan telapak tangan, apa jadinya jika berjilbab tapi tidak menutup aurat. Jangan sampai ada bagian yang kurang tertutup jadi pastikan benar beanr telah tertutup aurat anda. 
2.Gunakan Kain Jilbab Yang Tebal Maksud dari penggunaan kain yang tebal adalah agar pada saat dilihat oleh orang lain tidak tembus pandang atau transparan, biasanya banyak orang yang melakukan kesalahan ini yaitu tidak menggunakan kain yang tebal namun malah menggunakan kain yhang tipis sehingga tetap terlihat auratnya 
3.Tidak Membentuk Lilitan leher Yang perlu dipehatikan adalah tidak melilitkan bagian jilbab ke leher anda karena bentuk ini menyerupai orang kristen, jadi jangan sekali kali melilitkan kain jilbab anda keleher. 
4.Tidak Menggunakan Perhiasan Yang Mendahului Jilbab Bagi anda yang memiliki perhiasan yang akan dikenakan dibagian tubuh anda, sebaiknya tutupilah menggunakan jilbab, misalkan kalung,anting-anting. Jangan sampai adna memakainya dengan mendahului jilbab seperti memakai kalung setelah jilbab. 
5.Gunakan Jilbab Yang Longgar Dan Tidak Ketat Satu lagi yang harus anda perhatikan adalah menggunakan jilbab dengan longgar dan tidak terlalu membungkus tubuh karena jika terlalu membungkus tubuh akan terlihat benuk aurat anda, maka dari itu jilbab yang longga lebih disarankan bagi anda. 
6. Berniat Untuk Menutup Aurat Dengan Jilbab Dan yang terakhir adalah niat untuk menutup aurat dengan jilbab, karena percuma saja jika anda mengenakan jilbab namun tidak diasari oleh niat dariu dalam diri anda, maka dari itu berniatlah dengan sungguh-sungguh untuk memakai jilbab untuk menutup aurat.
      Itulah beberapa cara yang dapat saya sampaikan mengenai Tata Cara Memakai Jilbab Yang Baik Dan Benar, silahkan praktekan sendiri cara diatas dan saya ucapkan terima kasih sudah membaca ulasan saya hingga selesai