Kamis, 05 Maret 2015
Minggu, 01 Maret 2015
Cara Membuat Hiasan Dinding Dari Kertas
Cara membuat hiasan dinding dari kertas
Hiasan dinding dari kertasmerupakan karya unik yang bisa diciptakan untuk mempercantik ruangan rumah. Berbagai motif dan desain pun bisa menjadi tema dalam hiasan ini mulai dari pohon, awan, kupu-kupu dan lain sebagainya. Kreatifitas dan selera (taste) menjadi hal pokok dalam menentukan tema dari hiasan kertas tersebut. Tidak hanya yang bernuansa alam, terdapat juga kertas yang dibentuk menampilkan bentuk simetris yang sesuai dengan karakter rumah tersebut. Biasanya rumah yang dibentuk pun menggunakan konsep minimalis juga.Kali ini blog sederhana ini akan menjelaskan bagaimana cara membuat hiasan dinding berbahan kertas yang ternyata tidak terlalu sulit jika dipraktekkan dengan seksama, teliti dan yang terpenting adalah perlu kesabaran. Menjadikan tembok sebagai kanvas besar untuk menuangkan ide kreatif adalah hal yang sangat menyenangkan dan terlebih lagi dinding tersebut mampu mewakili selera atau tema dari sang pemilik rumah.Ada beberapa contoh yang sangat menarik untuk membuktikan bahwa ternyata kertas pun bisa menjadi aksesoris sempurna untuk mendapatkan hiasan dinding yang indah.



Blog ini akan mencoba membagi kreatifitas Megan, seorang ibu rumah tangga kreatif, yang membuat dinding rumahnya lebih hidup dan menarik dengan hiasan dinding hasil dari garapannya dia sendiri. Untuk contoh jadinya bisa di lihat gambar di bawah ini.

Cara membuatnya adalah : Pertama mempersiapkan bahan utamanya yaitu kertas karton berwarna (sesuai selera), Gunting, Cetakan atau master pembuat motif bunga dengan berbagai ukuran, Manik-manik, lem panas dan lem kertas. Setelah semuanya dipersiapkan maka hal selanjutnya yang harus dilakukan adalah membuat motif bunga dengan molding yang sudah dipersiapkan. Untuk membuat bunga dengan efek 3 dimensi maka harus membuat 2 motif bunga dengan ukuran sama persis. Untuk gambar di bawah ini adalah mencoba membuat 2 buah bunga 3 Dimensi dengan ukuran berbeda. Maka harus membuat bentuk 4 motif bunga seperti pada gambar.

Selanjutnya Lipatlah 1 motif bunga sesuai dengan gambar. Perhatikan cara melipat yang benar, jangan sampai melipatnya salah.

Setelah terlipat rekatkan pada tengah-tengah motif bunga yang belum dilipat menggunakan lem kertas.


Setelah menggabungkan kedua motif bunga tersebut, percantik menggunakan manik-manik dengan lem panas. Dan bunga 3 Dimensi sudah siap dipasang pada tembok sebagai hiasan dinding dari kertas yang menarik.


Untuk contoh pemasangannya, Megan memberikan contoh sebagai berikut

Demikianlah cara untuk membuat hiasan dinding dari kertas yang unik dan mudah. Semoga tutorial kreatif dari Megan tersebut memberikan manfaat dan dapat segera mempercantik dinding ruangan yang kosong.
Cara membuat hiasan dinding bunga 3D
Cara Berpakaian Yang Baik Menurut Islam
1. Pakaian itu harus menutup semua aurat wanita yaitu seluruh tubuh kecuali muka dan tapak tangan. Batasan aurat wanita ini mengacu kepada pendapat jumhur ulama yang menetapkan bahwa muka dan tapak tangan bukan termasuk aurat bagi wanita.Adapun apakah harus berbentuk baju terusan atau terpisah antara atasan, bawahan dan kerudung, diserahkan kepada mode dan corak budaya masing-masing peradaban. Yang jelas intinya adalah menutup aurat. Allah SWT berfirman:"Hai Nabi, katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu dan istri-istri orang-oarang beriman, hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya keseluruh tubuh mereka" (QS Al Ahzaab 27).2. Pakaian itu harus lebar agar tidak mencetak bentuk tubuh wanita. Karena meski menutup seluruh tubuh, tapi kalau mencetak bentuk tubuh, sama saja dengan telanjang. Rasulullah SAW telah melaknat wanita yang memakai pakaian dengan mode seperti ini. Dimana dia berpakaian tapi tidak ada bedanya dengan telanjang.Dari Abu Hurairah ra bahwa Rasulullah SAW bersabda,Diantara yang termasuk ahli neraka adalah wanita yang berpakaian tetapi telanjang (karena tembus pandang atau ketat mencetak tubuh), yang berjalan berlenggak-lenggok (goyang, tari dan lainnya) sehingga menarik (syahwat). Mereka ini tidak akan masuk surga dan juga tidak akan mencium baunya. (HR. Muslim)3. Pakaian itu tidak tipis tembus pandang sehingga sama saja dengan tidak berpakaian.4. Pakaian itu tidak boleh menyerupai mode pakaian laki-laki, karena Rasulullah SAW telah melarang tasyabbuh (penyerupaaan) dari wanita kepada laki-laki dan begitu pula sebaliknya.5. Pakaian itu digambari dengan gambar-gambar yang dilarang Allah, seperti manusia atau makhluq hidup lainnya.“Katakanlah kepada wanita yang beriman, ‘Hendaklah mereka menahan pandangannya, memelihara kemaluannya, dan janganlah menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) tampak darinya. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kerudung ke dadanya, …”(Q.s. An-Nuur: 31).Ibnu Mas’ud berkata, “Perhiasan yang lahir (biasa tampak)ialah pakaian.” Ditambahkan oleh Ibnu Jubair, “Wajah” Ditambah pula oleh Sa’id Ibnu Jubair dan Al-Auzai, “Wajah, kedua tangan dan pakaian.”HADIST TENTANG MEMAKAI PAKAIAN DAN JILBAB BAGI WANITA,,“Wahai Asma’! Sesungguhnya, jika seorang wanita sudah sampai masa haid, maka tidak layak lagi bagi dirinya menampakkannya, kecuali ini …” (beliau mengisyaratkan pada muka dan tangannya)Allah swt. telah memerintahkan bagi kaum wanita Mukmin, dalam ayat di atas, untuk menutup tempat-tempat yang biasanya terbuka di bagian dada. Arti Al-Khimar itu ialah “kain untuk menutup kepala,” sebagaimana surban bagi laki-laki, sebagaimana keterangan para ulama dan ahli tafsir. Hal ini (hadis yang menganjurkan menutup kepala) tidak terdapat pada hadis manapun.Al-Qurthubi berkata, “Sebab turunnya ayat tersebut ialah bahwa pada masa itu kaum wanita jika menutup kepala dengan akhmirah (kerudung), maka kerudung itu ditarik ke belakang, sehingga dada, leher dan telinganya tidak tertutup. Maka, Allah swt. memerintahkan untuk menutup bagian mukanya, yaitu dada dan lainnya.”Dalam riwayat Al-Bukhari, bahwa Aisyah r.a. telah berkata, Mudah-mudahan wanita yang berhijrah itu dirahmati Allah. ”Ketika turun ayat tersebut, mereka segera merobek pakaiannya untuk menutupi apa yang terbuka. Ketika Aisyah r.a. didatangi oleh Hafsah, kemenakannya, anak dari saudaranya yang bernama Abdurrahman r.a. dengan memakai kerudung (khamirah) yang tipis di bagian lehernya, Aisyah r.a. lalu berkata, “Ini amat tipis, tidak dapat menutupinya.”
Langganan:
Komentar (Atom)